Tepat tanggal 17 July 2010 kemarin gw diwisuda dan dinyatakan lulus sebagai Sarjana Teknik dari Insititut Teknologi Bandung. Lega banget rasanya, ga terasa 4 tahun udah bnyak yg gw lakuin di kampus kesayangan ini. Mulai dari ngrasain yg namanya jadi mahasiswa TPB, praktikum, UTS/UAS, Himpunan, dan terakhir yaitu hal yg bkin gw mendidih selama kurang lebih 4 bln yaitu TA. Nah,,, sekarang saatnya mulai menentukan kehidupan di masa depan. Btw, gw skrg lagi menyandang predikat sbg "Pengacara" baru a.k.a Pengangguran banyak Acara. 
Gw paling demen kalo ngomongin masa depan, tp bukan berarti mengkhayal. Krn gw orangnya emang forward oriented (opooo iki?!?!). Sejak menginjakkan kaki keluar pintu gerbang kampus Ganesa, gw dh pny commitment bakal mengais rizki diluar bidang yg dh gw pelajari selama ini di kampus alias banting setir, dan gw bakal gadai’in hidup gw disitu. Mengingat background gw bkn IT tpi gw pengen banting setir ke bidang IT, dan gw menjatuhkan pilihan di Network Engineering. Bukan tanpa alasan gw milih Networking sbg tempat gw hidup nantinya..
Alasan gw kenapa lebih milih Networking dibandingkan jenis pekerjaan lain di bidang IT (ex : programmer), karena alasan pertama gw merasa enjoy dengan bidang Networking meskipun kerjaannya ga "sejenius" programmer. Gw jadi ingat dengan pengalaman yg baru gw dpat kemarin wktu mau ikut tes wawancara di salah satu perusahaan software house di JaKarTa. Waktu itu gw duduk di slah satu ruangan untuk nunggu giliran tes, kebetulan di situ ada juga 2 peserta lainnya. Sambil nunggu giliran gw sempatin ngobrol ama 2 org tersebut, orang pertama emg lagi ngerjain soal. Sedangkan org yg kedua adalah bapak2 sekitar umur 50 tahun lebih yg katanya lagi nunggu tanda tangan kontrak jadi programmer. Sebelumnya beliau juga menjadi dosen IT di salah perguruan tinggi swasta di Jakarta dan parahnya satu almamater sama gw cm beda jurusan.
Awalnya si bapak tersebut bertanya dari mana asal gw, kuliah gw, dan sampai akhirnya beliau bertanya ttg jabatan yg mw gw apply di perusahaan tersebut. Spontan aja gw jawab : "Network engineer"! Si bapak sempat tercengang dengan raut wajah yg sedikit "meremehkan". Kemudian beliau berkomentar, katanya sayang kalo gw nglamar jadi Network engineer.. Menurut dia, seharusnya lulusan dari ITB itu apply jadi programmer karena menurut beliau juga bahwa antara Programmer dan Network Engineer itu beda kasta. Kalo kita jadi programmer ibaratnya naik mobil Mercy, sedangkan kalo jadi Network Engineer itu ibaratnya kita naek Bemo. Atau lebih parahnya, kalo programmer itu ibarat kasta Brahmana sedangkan Network Engineer itu kasta Sudra di agama Hindu. Jadi sayang sekali kalo lulusan ITB yang terkenal dengan logika yg tinggi cm nglamar jadi Network Engineer yg kerjaannya cm config2 doank… (versi si bapak)
Dalam hati, gw sempat panas juga dengan omongan si bapak satu ini. Tpi gw mencoba untuk sabar, meskipun gw juga sempat menyangkal statement beliau. Gw ga mau banyak adu argumentasi dengan org yg lebih tua, takut dikiranya nglunjak! Disamping itu setiap orang punya cara pandang dan prinsip hidup masing2. Jadi, gw lbih pilih untuk diam seribu bahasa. 
Kalo menurut gw pribadi, pekerjaan menjadi seorang Network Engineer bukanlah suatu pekerjaan yg "murahan"!! Pekerjaan ini juga butuh yg namanya profesionalisme dan ga semua orang bisa. Network Engineer bukan cm sekedar config2 doank, tpi juga butuh analisa dan logika untuk melakukan troubleshooting suatu jaringan. Dan yang jelas dengan adanya ilmu networking ini bisa memberikan manfaat dalam dunia komunikasi. Orang dapat berinteraksi tanpa harus memperhatikan jarak (anywhere), waktu (anytime), dsb. Sehingga lebih membuat hidup relatif lebih efisien dan efektif. Gw sendiri kurang sependapat dengan sikap bapak tersebut yg "mengkasta-kastakan" suatu pekerjaan. Tiap orang punya pilihan dalam menentukan masa depan termasuk pekerjaan, dan setiap pekerjaan itu memiliki nilai tanggung jawab yang sama di mata Tuhan YME. Tinggal bagaimana niat dan cara kita mengerjakannya. Antara suatu jenis pekerjaan yang satu dengan yang lainnya saling terkait, dan tidak ada yg namanya pekerjaan paling baik/buruk. Besarnya gaji yang diperoleh atau jabatan bukan menjadi suatu patokan bahwa suatu pekerjaan itu lebih baik/buruk. Dalam tulisan ini gw tidak bermaksud memihak pada salah satu jenis pekerjaan, gw cm pengen membuka mata setiap orang khususnya pembaca agar lebih bijaksana dalam memandang suatu masalah. Jangan terlalu rasis dalam hal pekerjaan, kita harus melihat suatu masalah dari berbagai aspek kehidupan meskipun kita punya yang namanya prinisip hidup. Tapi setidaknya kita juga harus menghormati dan menghargai cara pandang, idealisme, serta prinsip hidup orang lain.
Naahhh… berikutnya, alasan gw knp pengen terjun di dunia networking karena kita tahu istilah Networking yg sebenarnya itu sangat luas tidak terpaku pada dunia IT saja, tapi intinya adalah menjalin hubungan (connection). Ini cocok banget ama typical gw yg orgnya Connectedness, ya ga salah juga klo gw mw jadi Network Engineer (kan tugasny sama2 jadi "connector". Hehehe, maksa bgt!
). Terakhir, alasan gw pengen jadi Network Engineer karena gw liat pekerjaannya travelling molo. Coz, setau gw di beberapa perusahaan cuma ada sedikit Network Engineer padahal perusahaan tersebut punya client hampir tersebar di banyak tempat. Jadi, ya mau ga mau Network Engineer tersebut harus meng-cover semua area client tersebut otomatis jadi sering jalan2. Kebetulan gw orangny ga bisa tahan lama di suatu tempat (bawaan dari lahir diajakin nomaden), pengennya travelling molo jadi bisa tau banyak tempat, culture, dsb. Dan saat ini gw lagi mikir gmn caranya bisa beli Camera bwt persiapan kali aja ntar gw jadi travelling terus. (curhat mode : ON)
Saat ini gw masih punya waktu +/- 3 bln bwt nyiapin bekal2 ilmu dan skill networking, dan gw harap bisa memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Selain itu, gw juga rencana mw ambil sertifikasi CCNA dalam 2 bulan ke depan. Meskipun sertifikasi bukan segalanya, tapi setidaknya sertifikasi bisa jadi "amunisi" & motivasi gw untuk jadi seorang Network Engineer. Amien 999x…
I just hope the best for my life in the future