DocumentJanuary 3, 2011 11:55 am
A couple of weeks ago, my manager invite me to attend football match between Indonesia vs Malaysia in National Stadium of Bukit Jalil. This is final match on AFF Cup (football competition which held by ASEAN Football Federation), and I’m gonna to support my country in this match, beside that I had never go to abroad before. Luckily, Garuda Indonesia Airways offered promotional ticket for people who want to see final match on Bukit Jalil. But, there is a little problem when we want to order the ticket. It was fullbooked by other people and ticket scalper. So, we just rely on ticket cancellation by another people. After almost 3 hours we are on waiting-list, finally we got the ticket. (It’s need a hassle!)

We departed from Soekarno-Hatta airport at 12:35 o’clock, the flight take about 2 hours. After we arrived at Sepang airport (the Malaysia’s airport), we were picked up by travel bus to Bukit Jalil Stadium. Under way to Bukit Jalil, I saw the view of Malaysian’s city. Geographically, I think there is no difference between Malaysia and western Indonesia (such as Sumatera). They have a good city’s lay-out than Indonesia. Maybe it’s caused their population not as much as like Indonesia, beside that I think they have good government. But, actually there is similarity that faced by Indonesia & Malaysia… that’s about traffic jam.

After we arrived at Bukit Jalil stadium, we go to ticket entrance immediately. The stadium is very crowded by the spectator. A short time later, the match was get started. Unhappily, our team’s performance is very unsatisfied. They beaten by Malaysian team with score is 3-0 for Malaysia. We are very disappointed with their performance! But, it was happened. . . 

For me, although my team got lose in this match but actually they aren’t losers! I’m very disapponted too, but in other side I’m happy that I could visit Malaysia as my first international trip. Once more, I think Malaysia have sweet girls with their Jilbab.

About MeOctober 19, 2010 2:35 am

JAKARTA is place where I live now, this city has sufficiently high levels of human population in my country. I don’t know why I can stay here right now? When I graduated from Bandung Insitute of Technology, I just want to seek a job in IT field as a network engineer. Unsuspectedly, I get the job on Jakarta. And now, I just realize that my destiny is on Jakarta perhaps. I’m working on little IT company and I got position after my fancy as network engineer.

The first electronic stuff that I’ve bought is FAN, I think you know the reason. The atmosphere is very hot here, and I should adapt with this condition. Because when I live in Bandung, I am familiar with the cold weather and now I should live on "hot city". It’s really hard to me for the first time. I live on the boarding house and I rent a room with dimensions is about 2.5 x 2.5 meter cubic.

I get alot of new things that I never seen before. In this city you must work hardly or you’ll be the loser. This city is fulfilled by competition for anyone, in anywehere, at any time !!! And We should follow the rules of the game (but, some people try to break the rules).

The biggest problem that I’m facing on Jakarta when I wanna go to somewhere is traffic jam (it makes me fell stress). The air polution is another problem which I’m dislike it.

All the things which happened in Jakarta is caused by the development that centralized in Indonesia capital. I agree with government’s idea for displacing the Indonesia capital. I think it can solve the population density, traffic jam, and air polution in Jakarta.

About MeAugust 2, 2010 10:08 am

Tepat tanggal 17 July 2010 kemarin gw diwisuda dan dinyatakan lulus sebagai Sarjana Teknik dari Insititut Teknologi Bandung. Lega banget rasanya, ga terasa 4 tahun udah bnyak yg gw lakuin di kampus kesayangan ini. Mulai dari ngrasain yg namanya jadi mahasiswa TPB, praktikum, UTS/UAS, Himpunan, dan terakhir yaitu hal yg bkin gw mendidih selama kurang lebih 4 bln yaitu TA. Nah,,, sekarang saatnya mulai menentukan kehidupan di masa depan. Btw, gw skrg lagi menyandang predikat sbg "Pengacara" baru a.k.a Pengangguran banyak Acara. emoticon

Gw paling demen kalo ngomongin masa depan, tp bukan berarti mengkhayal. Krn gw orangnya emang forward oriented (opooo iki?!?!). Sejak menginjakkan kaki keluar pintu gerbang kampus Ganesa, gw dh pny commitment bakal mengais rizki diluar bidang yg dh gw pelajari selama ini di kampus alias banting setir, dan gw bakal gadai’in hidup gw disitu. Mengingat background gw bkn IT tpi gw pengen banting setir ke bidang IT, dan gw menjatuhkan pilihan di Network Engineering. Bukan tanpa alasan gw milih Networking sbg tempat gw hidup nantinya..

Alasan gw kenapa lebih milih Networking dibandingkan jenis pekerjaan lain di bidang IT (ex : programmer), karena alasan pertama gw merasa enjoy dengan bidang Networking meskipun kerjaannya ga "sejenius" programmer. Gw jadi ingat dengan pengalaman yg baru gw dpat kemarin wktu mau ikut tes wawancara di salah satu perusahaan software house di JaKarTa. Waktu itu gw duduk di slah satu ruangan untuk nunggu giliran tes, kebetulan di situ ada juga 2 peserta lainnya. Sambil nunggu giliran gw sempatin ngobrol ama 2 org tersebut, orang pertama emg lagi ngerjain soal. Sedangkan org yg kedua adalah bapak2 sekitar umur 50 tahun lebih yg katanya lagi nunggu tanda tangan kontrak jadi programmer. Sebelumnya beliau juga menjadi dosen IT di salah perguruan tinggi swasta di Jakarta dan parahnya satu almamater sama gw cm beda jurusan.

Awalnya si bapak tersebut bertanya dari mana asal gw, kuliah gw, dan sampai akhirnya beliau  bertanya ttg jabatan yg mw gw apply di perusahaan tersebut. Spontan aja gw jawab : "Network engineer"! Si bapak sempat tercengang dengan raut wajah yg sedikit "meremehkan". Kemudian beliau berkomentar, katanya sayang kalo gw nglamar jadi Network engineer.. Menurut dia, seharusnya lulusan dari ITB itu apply jadi programmer karena menurut beliau juga bahwa antara Programmer dan Network Engineer itu beda kasta. Kalo kita jadi programmer ibaratnya naik mobil Mercy, sedangkan kalo jadi Network Engineer itu ibaratnya kita naek Bemo. Atau lebih parahnya, kalo programmer itu ibarat kasta Brahmana sedangkan Network Engineer itu kasta Sudra di agama Hindu. Jadi sayang sekali kalo lulusan ITB yang terkenal dengan logika yg tinggi cm nglamar jadi Network Engineer yg kerjaannya cm config2 doank… (versi si bapak)

Dalam hati, gw sempat panas juga dengan omongan si bapak satu ini. Tpi gw mencoba untuk sabar, meskipun gw juga sempat menyangkal statement beliau. Gw ga mau banyak adu argumentasi dengan org yg lebih tua, takut dikiranya nglunjak! Disamping itu setiap orang punya cara pandang dan prinsip hidup masing2. Jadi, gw lbih pilih untuk diam seribu bahasa. emoticon

Kalo menurut gw pribadi, pekerjaan menjadi seorang Network Engineer bukanlah suatu pekerjaan yg "murahan"!! Pekerjaan ini juga butuh yg namanya profesionalisme dan ga semua orang bisa. Network Engineer bukan cm sekedar config2 doank, tpi juga butuh analisa dan logika untuk melakukan troubleshooting suatu jaringan. Dan yang jelas dengan adanya ilmu networking ini bisa memberikan manfaat dalam dunia komunikasi. Orang dapat berinteraksi tanpa harus memperhatikan jarak (anywhere), waktu (anytime), dsb. Sehingga lebih membuat hidup relatif lebih efisien dan efektif. Gw sendiri kurang sependapat dengan sikap bapak tersebut yg "mengkasta-kastakan" suatu pekerjaan. Tiap orang punya pilihan dalam menentukan masa depan termasuk pekerjaan, dan setiap pekerjaan itu memiliki nilai tanggung jawab yang sama di mata Tuhan YME. Tinggal bagaimana niat dan cara kita mengerjakannya. Antara suatu jenis pekerjaan yang satu dengan yang lainnya saling terkait, dan tidak ada yg namanya pekerjaan paling baik/buruk. Besarnya gaji yang diperoleh atau jabatan bukan menjadi suatu patokan bahwa suatu pekerjaan itu lebih baik/buruk. Dalam tulisan ini gw tidak bermaksud memihak pada salah satu jenis pekerjaan, gw cm pengen membuka mata setiap orang khususnya pembaca agar lebih bijaksana dalam memandang suatu masalah. Jangan terlalu rasis dalam hal pekerjaan, kita harus melihat suatu masalah dari berbagai aspek kehidupan meskipun kita punya yang namanya prinisip hidup. Tapi setidaknya kita juga harus menghormati dan menghargai cara pandang, idealisme, serta prinsip hidup orang lain.

Naahhh… berikutnya, alasan gw knp pengen terjun di dunia networking karena kita tahu istilah Networking yg sebenarnya itu sangat luas tidak terpaku pada dunia IT saja, tapi intinya adalah menjalin hubungan (connection). Ini cocok banget ama typical gw yg orgnya Connectedness, ya ga salah juga klo gw mw jadi Network Engineer (kan tugasny sama2 jadi "connector". Hehehe, maksa bgt!emoticon). Terakhir, alasan gw pengen jadi Network Engineer karena gw liat pekerjaannya travelling molo. Coz, setau gw di beberapa perusahaan cuma ada sedikit Network Engineer padahal perusahaan tersebut punya client hampir tersebar di banyak tempat. Jadi, ya mau ga mau Network Engineer tersebut harus meng-cover semua area client tersebut otomatis jadi sering jalan2. Kebetulan gw orangny ga bisa tahan lama di suatu tempat (bawaan dari lahir diajakin nomaden), pengennya travelling molo jadi bisa tau banyak tempat, culture, dsb. Dan saat ini gw lagi mikir gmn caranya bisa beli Camera bwt persiapan kali aja ntar gw jadi travelling terus. (curhat mode : ON)

Saat ini gw masih punya waktu +/- 3 bln bwt nyiapin bekal2 ilmu dan skill networking, dan gw harap bisa memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Selain itu, gw juga rencana mw ambil sertifikasi CCNA dalam 2 bulan ke depan. Meskipun sertifikasi bukan segalanya, tapi setidaknya sertifikasi bisa jadi "amunisi" & motivasi gw untuk jadi seorang Network Engineer. Amien 999x…

I just hope the best for my life in the future

About MeJune 8, 2010 10:01 am

Dalam beberapa hari kedepan gw bakal maju sidang skripsi. Tak terasa waktu 4 bulan gw lalui dengan begitu cepat. Kemarin, tepatnya Senin (07/June/2010) gw baru mendaftar untuk maju sidang. Beberapa syarat udah gw penuhin, antara lain : draft laporan, proposal, laporan kemajuan, weekly report, dsb. Sebalumnya gw udah melakukan pra-sidang di depan pembimbing. Setelah itu gw melakukan beberapa revisi di laporan.

Sore harinya ga sengaja gw liat2 lagi copy makalah n laporan yg udh gw kmpulan paginya. And, did you know what I’ve done ?? I just realize that there is a miss content in my paper emoticon. Yupp.. tepatnya gw udh mengumpulkan laporan + makalah yang isinya salah. Ada suatu diagram alir yang menggambarkan sistem yg udah gw buat, tapi masih salah. Gw sadar ini murni keteledoran dari diri gw pribadi, dan gw berusaha utk tidak panik. Gw orangny suka gegabah, apalagi kalo udah dalam kondisi under-pressure. Mengingat gw cm pny waktu yg singkat bwt nyiapin persyaratan sidang.

Akhirnya, sore itu juga gw betulin kesalahan yg ada dilaporan  tsb. Untuk sidang minggu depan, mungkin gw akan siap terima konsekwensi  dari penguji dan coba menjelaskan apa yg udh terjadi. Gw harap ini bisa jadi pelajaran bwt gw dan smuanya aj, klo qt harus bisa lebih tenang dlm kondisi apapun. Pada kondisi apapun kita harus pny persiapan yg matang, serta siap menerima apapun resiko yang bakal kita hadapi. Gw sangat berharap minggu2 ini menjadi momen terbaik dalam sejarah hidup gw.emoticon

UncategorizedApril 19, 2010 5:02 am
Beberapa tahun terakhir ini kampus yang kata orang adalah kampus terbaik bangsa dan tidak lain adalah kampus gw sendiri, sedang menghadapi banyak coba’an rupanya…
 
Mulai dari pemberita’an di media masa tentang kasus meninggalnya salah satu mahasiswa ITB karena OSPEK, lalu ada lagi mahasiswa ITB yang jadi joki di SNMPTN, lalu kasus penghargaan Rektor pada Presiden yang sempat ditolak mentah-mentah, dan terakhir yang lagi hangat dibicarakan adalah kasus plagiatisme oleh salah satu Doktor lulusan ITB di IEEE. Bisa dibilang semua itu sangat mencoreng nama baik dari almamater kampus Ganesha ini ! Gw sempat geram mendengar berita-berita semacam itu. Seharusnya kampus ini bisa menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi kampus-kampus lainnya. Ramalan gw sepertinya benar-benar terjadi, bahwa kampus ini sedang menuju masa kehancuran (tapi gw harap sih tidak terjadi).
 
Gw sendiri dulu ga nyangka bisa masuk ITB, masalahnya sejak kecil gw ga ada rencana masuk ke ITB. Rencana itu baru muncul waktu deket-deket kelulusan  SMA itupun gara-gara di provokasi ama guru di SMA. Karena dulu ITB masih memiliki citra yang cukup baik di mata masyarakat awam. Lulusannya terkenal di kalangan pemerintahan dan banyak menjadi orang-orang yang sukses di dunia kerja. Setelah gw masuk di ITB, gw sempat kaget dengan kehidupan di kampus ini (maklum gw dari daerah..emoticon). Banyak sekali hal baru yang gw temukan baik itu positif maupun negatifnya. Dan sampai akhinya, sekarang tak terasa gw udah ngerjain skripsi…
 
Waktu dulu kuliah tingkat TPB ada dosen yang pernah bilang kalo mahasiswa ITB sekarang attitudenya sangat kurang, banyak yang udah diterima kerja di perusahaan tapi malah bikin rugi perusahaan (mentang-mentang IQ nya di atas rata-rata?!?!). Bahkan ada anak dari universitas lain kalo ngliat anak ITB kesannya pengen nonjok aja, karena anak ITB tu katanya SOMSE (Sombong Sekali ?!?!??!!!). Gw mencoba melihat fenomena ini dari berbagai sisi, dan mencoba meng-introspeksi diri. Apa benar anak ITB sampe segitunya??!?! Kalau liat gaya hidup temen-temen di kampus sih kebanyakan emang seperti itu, namun itu kalo kita ngliatnya baru dari luarnya aja. Nahh…coba kalau kita lebih mengenal dalamnya (pasti beda!!!). Ga semuanya anak ITB itu seperti yang gw tulis di atas, kadang ada juga kok yang mau diajak bergaul sama kita2, ada juga yang ramah, tidak sombong, baik hati, dan suka menolong. Tapi mungkin kalau sekarang agak susah nyari yang gtu, karena konon katanya ITB sekarang atmosfernya udah beda ga kayak jaman kakek gw dulu. Selain input mahasiswanya yang ga jelas, ditambah lagi sistem kampus yang makin ga jelas pula!!! Tanya kenapa ?!?!? (tanya saja pada rumput yang bergoyang…). Yahhh…mungkin aja semua ini karena dampak orde baru dan global warming?!?! Hehehehe…
 
Tapi buat gw, apapun universitasnya…kampusnya tetap satu yaitu ITB (bukannya sombong, tapi bangga. wajarrr kn ??). Gimanapun juga ITB udah memberi banyak hal dalam hidup gw, dan gw tetap bangga menggunakan almamater biru tua dengan logo gajah duduknya. Pesan gw buat teman-teman mahasiswa, alumni, dan para civitas akademik ITB, mungkin kita perlu berbenah diri melihat kembali perjuangan para pendahulu kita untuk menjadikan kampus ITB tetap menjadi yang nomor 1. Kita harus saling berpegang erat untuk menjaga nama baik almamater kita, jangan cuma numpang belajar n nyari ijazah doank !!! Sekarang "sang Gajah" sedang menangis, mari kita bantu dengan memberikan prestasi yang terbaik untuknya! Jadikan semuanya itu sebagai cambuk sekaligus pelajaran bagi kita untuk tidak mengulanginya lagi.
 
Buat teman-teman di kampus laen, janganlah menilai seseorang dari luarnya saja. Coba lihatlah ke dalam diri kita masing-masing, belum tentu kita lebih baik dari orang lain. Di Indonesia ini masih banyak yang harus dibenahi tak terkecuali instansi akademik. Karena banyak sekali praktek-praktek ketidak jujuran yang terjadi di dalamnya. Kebetulan ITB kali ini memang dapat sialnya aj bisa diketahui publik, tapi justru dengan begini maka ITB akan jera untuk mengulanginya lagi (semoga). Kita ini satu Indonesia, dan kita masih saudara.. maka apa salahnya jika membantu saudara kita yang sedang terluka bukan malah menghina, mencaci maki, dsb. Karena bisa saja suatu saat giliran Anda yang mengalaminya. Oleh karena itu.. Waspada lah…Waspada lah !!!emoticon
 
SALAM GANESHA !!!
About MeDecember 15, 2009 4:54 pm

Ga tau kenapa akhir-akhir ini gw jadi sering pengen nulis sesuatu, entah itu apapun topiknya yang jelas semua berasal dari luapan isi hati dan pikiran gw selama ini. Padahal sekarang lagi musim-musimnya ujian akhir semester.. emoticon

***

OK langsung aj… Seperti judul yg udah gw tulis, mungkin ini sedikit/banyak nyambung ama background kuliah gw di ITB. Jadi ingat masa-masa kecil dulu, ketika orang-orang sering banget nanya ke gw : "Nanti kalo udah gede mw jadi apa ?? Dokter, Polisi, apa Insinyur ???" Spontan gw jawab : "jadi Dokter !", coz waktu itu emang lagi ng-trend lagunya Suzan ama Ria Enez yang lyricnya kalo ga salah kyak gtu…emoticon

Setelah kejadian itu, sempat juga gw pengen jadi Polisi karena emang kakek gw dan beberapa keluarga dari Palembang waktu itu dinas di kepolisian. Dan nampaknya profesi sebagai seorang Polisi kala itu terkesan lebih keren & berwibawa dibanding Polisi jaman sekarang. (ato cuma perasa’an gw aj kali y?!?!?!)

Balik lagi ke topik utama, seiring dengan berjalannya waktu dan gw tumbuh dewasa… Akhirnya gw memutuskan untuk jadi Insinyur ! Engineer (di negara gw lebih dikenal sebagai Insinyur) merupakan salah satu bentuk profesi yang cukup banyak digemari juga di masyarakat, banyak sekali perusahaan-perusahaan membutuhkan tenaga kerja seorang engineer. Di Amerika,  profesi seorang engineer  menduduki peringkat pertama karena banyaknya kebutuhan akan skill engineering. Alasan gw sendiri memilih jalur karir sebagai engineer awalnya disebabkan karena profesi ini sangat menantang buat gw, menjadi seorang engineer pasti akan berhadapan dengan segala macam bentuk problema di masyarakat baik itu sifatnya teknis atau non-teknis. Dan itu ga semudah yang kita bayangkan…

Di kampus, gw dapat salah satu  mata kuliah yang topiknya membahas tentang tanggung jawab dan kode etik seorang engineer. Jujur aj c, di kuliah ini gw baru nyadar arti pentingnya seorang engineer di masyarakat. Segala tingkah laku, karya dan hasil pemikiran seorang engineer akan memberikan dampak yang cukup besar untuk masyarakat baik positif ataupun negatif. Di Indo, engineer dianggap seperti dewa yang tau segala sesuatu oleh masyarakat awam. Padahal bidang kajian engineer itu cukup luas dan beraneka ragam, oleh sebab itu di ITB terdiri dari berbagai macam jurusan-jurusan teknik yang satu sama lain berbeda tapi semuanya itu saling melengkapi.

 

Pada dasarnya, seorang engineer hendaknya melakukan pekerjaan dengan dasar untuk kebaikan masyarakat umum bukan semata-mata karena upah/gaji. Tapi itu nampaknya hanya sebatas idealisme saja, praktik di lapangannya sendiri gw rasa udah kecil sekali persentasi engineer yang menjalankan kode etiknya dengan baik. Karena hidup jaman sekarang itu UUD (Ujung Ujungnya Duit), orang saling berlomba dan berkompetisi untuk mencari kekayaan materiil belaka. Ini yang sebaiknya diperhatikan oleh para engineer, karena jika budaya tersebut dibiarkan menjamur maka nilai-nilai engineering yang terkandung dalam diri seorang engineer akan hilang. Dan ini akan menjatuhkan harga diri kita sebagai seorang engineer di mata masyarakat. Gw sendiri c belum terlalu yakin apakah kelak gw bisa menjadi seorang engineer ideal, yang bisa menjunjung tinggi kode etik seorang insinyur dengan sempurna. Mengingat status gw saat ini sebenarnya masih "calon" engineer…emoticon

Tapi setidaknya wawasan gw tentang engineer ini udah terbuka, jadi gw bisa mempersiapkan yang terbaik untuk karir gw ke depannya. Gw akan mencoba berusaha untuk menjaga nama baik engineer di mata masyarakat, itu artinya gw siap menerima resiko apapun yang nantinya bakal terjadi pada karir gw sebagai seorang engineer !!! Karena Tuhan sudah memberikan anugerah dan nikmatnya ke gw untuk hidup di dunia engineering. Thanks God…

***

Berhubung besok ada ujian yang insyaAllah gw bakalan menggunakan instinct / naluri engineering gw seperti di ujian-ujian sebelumnya… emoticon (lumayan untuk mempertajam instinct engineering gw kedepannya) maka sampai di sini dulu tulisan gw kali ini. Thx udah mw nyempatin waktunya untuk mampir di blog gw dan ng-baca tulisan ini. Gw do’ain biar lu bisa cepet naek haji… Amien.

UncategorizedDecember 8, 2009 11:42 pm

Udah lama ga ng-Blog, jadi kangen ama blog gw yg satu ini…

Pengen nulis sesuatu tapi ga tau apa yang mau ditulis, karena emg terlalu banyak hal yang udah terjadi dalam hidup gw akhir-akhir ini, ampe ga tau mana yg sekiranya bisa dituangkan dalam tulisan. Mungkin untuk kali ini, gw cuma ingin menulis beberapa hal singkat terkait apa yang ada di benak gw. Ntah itu nantinya bermanfaat atau tidak buat yg mw baca, yg jelas gw cuma mau curhat aja…Wkwkwkwk

 

Tak taraso gw dah hampir 4 tahun di Bandung ini mengais ilmu di padepokan Ganesha, tepatnya sekarang udah mau semester 8 dan itu artinya gw  bentar lagi harus ngambil Tugas Akhir. Sempat beberapa bulan lalu ketemu dosen pembimbing untuk minta topik, dan alhamdulillah…saat itu juga dikasih topik tentag Robotika. Tanpa pikir panjang gw langsung ambil tu topik, dan seharusnya awal semester 8 gw udah harus kasih report perkembangan pra-TA gw itu tadi. Tapi kenyataannya sampe detik ini, gw baru ada progress dikit banget. Karena emg waktu itu gw udah stagnant ngerjain pra-TA yg g jelas ujungnya. Akhirnya untuk menghindari kebosanan gw coba bantu-bantu kakak kelas, kebetulan dia udah punya perusahaan kecil-kecilan. Lumayanlah buat tambah pengalaman…Gw dapat proyek buat bikin aplikasi Sistem Informasi dari bimbingan belajar, sepintas aplikasiny c lumayan simple tapi setelah dicobain ng-design interface & bikin struktur algoritma programnya SUSAAHH nya minta ampun (maklum proyek ini ga nyambung ama background jurusan awak)…Bisa bikin pening kepala, belom lagi deadline yang semakin mepet.

 

Yahhh..gw cuma bisa ngambil hikmahnya aja, intinya c gw ga boleh nyerah gtu aja. Mumpung semua ini masih dalam masa-masa pembelajaran sebelum gw terjun ke dunia kerja nanti. Se-enggaknya gw dibantu ama temen buat nyelesai’in poyek ini. Gw suka dengan tim gw saat ini, gw berusaha untuk membuat tim ini menjadi nomor 1. Ketika tim orang laen tidak mampu untuk menyelesaikan suatu masalah yg kata mereka "it’s impossible", di tim ini gw berusaha untuk semaximal mungkin menyelesaikan kerjaan untuk kepuasan client. Because, everything is possible !

 

Sambil menunggu detik-detik menjelang tugas akhir, alangkah baiknya gw tetap fokus ama kerjaan dan kuliah gw. Emg terasa cukup berat, tapi gw yakin semua ini pasti akan teratasi. Asal jangan putus semangat…emoticon

DocumentJuly 27, 2009 1:33 am

Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya pintar, atau mungkin terlihat se-genius Einstein ? Semua orang tua akan bahagia jika mendengar anaknya mempunyai prestasi akademik yang bagus. Mungkin kepintaran seseorang bisa diasah dari belajar dengan tekun, dsb. Tapi kepintaran yang sudah dibawa sejak lahir akan berbeda, dengan kepintaran yang baru diasah ketika sudah tumbuh / dewasa. Umumnya orang yang bawaan dari lahir sudah pintar, dalam pertumbuhannya akan relatif lebih mudah dalam menangkap / menyerap berbagai macam ilmu yang dipelajarinya.

Terkadang kepintaran bisa diturunkan dari gen orang tua, khususnya ibu. Tapi sebenarnya ada cara-cara yang bisa kita lakukan jika kita ingin mendapatkan keturunan yang pintar, antara lain :

1. Ketika seorang ibu hamil dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak hanya itu saja, selain itu seorang ibu hamil disarankan untuk mempelajari ilmu matematika baik dengan membaca buku atau sering-sering bertanya pada ahli matematik. Hal ini dilakukan untuk anaknya yang masih ada di dalam kandungan.

2. Ketika anak sudah lahir, ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan kacang-kacangan, korma dan susu. Menu makanan siang hari yang bagus adalah, makan roti dengan ikan tanpa kepala ditambah salad. Daging ikan dipercaya bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan. Menu diatur agar sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Jika ada daging, jangan mengkonsumsi ikan dan daging secara bersamaan. Karena dengan makan ikan dan daging secara bersamaan dipercaya hasilnya kurang bagus untuk pertumbuhan anak. Biasakan untuk makan buah-buahan terlebih dulu sebelum makan nasi / roti. Makan buah-buahan setelah makan nasi / roti dipercaya dapat menyebabkan malas dan ngantuk.

3. Jauhi rokok!!! Merokok dapat menimbulkan gangguan kesehatan, dan tidak baik untuk perkembangan anak. Nikotin pada rokok dapat mengganggu sel utama yang ada pada rokok, hal ini tidak hanya berpengaruh pada si perokok saja tetapi juga berpengaruh pada keturunannya.

4. Biasakan anak-anak untuk memakan buah-buahan terlebih dulu sebelum makan nasi / roti dan tak lupa untuk mengkonsumsi pil minyak ikan. Selain itu, hendaknya ajarkan minimal 3 bahasa pada anak-anak (misal : Indonesia, Inggris, dll.). Dan biasakan anak-anak mendengar irama musik-musik instrumental dan berlatih alat musik piano / biola. Dua instrument tersebut dipercaya bisa meningkatkan IQ.

5. Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah menembak, memanah dan lari. Dengan menembak / memanah akan melatih anak untuk berpikir cemerlang dan "fokus" !

6. Ajarkan matematik yang berkaitan langsung dengan konsep bisnis dan perdagangan.

Itu beberapa tips yang saya peroleh dari salah satu sumber di internet, untuk ibu hamil yang ingin mencetak buah hatinya menjadi anak yang pintar ! Metode ini sudah dibuktikan oleh orang-orang Yahudi / Israel. Namun pintar saja saya rasa tidak cukup dalam memecahkan masalah dalam kehidupan, selain kepintaran kita juga butuh kecerdasan dalam berinovasi dan berkreasi. Tapi tidak perlu kuatir, karena semua itu bisa dilatih seiring dengan jalannya pertumbuhan anak. Orang tua mempunyai peran yang besar dalam hal ini. Jadi pintar-pintar lah sebagai orang tua dalam mendidik anak.

UncategorizedJune 20, 2009 6:07 pm

Yah…itu lah kegiatan gw akhir-akhir ini, setelah jenuh dipenuhi dengan aktifitas perkuliahan kini saatnya untuk menghabiskan sisa waktu liburan sebelum berangkat Kerja Praktek yang rencananya bakal gw jalani di kota Jambi.

 

Awal liburan gw kali ini berawal dari acara yang diadakan Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik, ITB. Yupz…acara ini dihadiri oleh para mahasiswa dari jurusan gw yang hampir 99% pria dan dipimpin oleh seorang wanita sebagai manager kami dalam melakukan acara liburan ini. Liburan diadakan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Di sini gw sempat menikmati indahnya pemandangan pantai yang selama ini gw impikan, ngarai "Green Canyon", dsb. Meskipun cuma 3 hari, itu semua dah cukup memuaskan untuk acara liburan kali ini.

 

Okay, kota selanjutnya adalah Jogja…Yahh, posisi gw saat ini masih di Jogja untuk menunggu keberangkatan menuju Jambi. Di Jogja sendiri gw tinggal di tempat bibi, kebetulan ada rumah di Jogja. Sampai detik ini masih belum sempat jalan-jalan di Jogja nya sendiri, justru kemaren sempat maen ke Semarang mampir ke tempat temen selama 1 hari. Lumayan jg c daripada harus berdiam diri di rumah. Kota Semarang relatif panas dibandingkan Bandung, tpi untung waktu gw datang pas malam nya ujan. Jadi ga terlalu panas.

 

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang gw alami diliburan kali ini, cuma agak males jg menuangkannya dalam bentuk tulisan. Coz ini juga lagi iseng, malem-malem ga ada kerjaan. Jadi mungkin cukup sekian untuk kali ini, to be continued… 

 

DocumentMay 28, 2009 9:53 am

Hihihihi…Ya begitulah tepatnya, jadi teringat status teman di FB. emoticon

Dalam arti bahasa Indonesia LOVE is CINTA, begitulah orang sering menyebutnya. Kalo begitu apa sebenarnya arti dari CINTA itu sendiri ?

Ga tau gimana ceritanya, waktu itu gw cuma iseng-iseng aja browsing di Google. Ehhh…ga taunya gw nemuin salah satu link yang isinya tentang CINTA ini. Menurut versi situs tersebut, CINTA itu terdiri dari 5 suku kata yang antara lain adalah :

C : Care

Cinta itu saling menjaga dan melindungi satu sama yang lain, seseorang akan dengan tulus menjaga dan melindungi pasangannya dari berbagai bahaya walaupun itu harus mengorbankan jiwanya sendiri.

I : Innocent

Cinta itu selalu benar dan tidak pernah salah. Mungkin bagi orang lain itu terlihat salah tetapi kita tahu apa yang pantas dan cocok bagi kita. Jangan pernah menyalahkan perasaan Cinta karena cinta itu tidak bersalah.

N : Natural

Cinta itu tumbuh secara alami, sejak kita dalam kandungan kitapun sebenarnya sudah mempunyai perasaan cinta, maka karena itulah perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan karena cinta akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan.

T : Tactful

Bijaksana dan saling pengertian adalah hal mendasar dan paling penting dari cinta. Tanpa kebijaksanaan dan pengertian antara yang satu dengan yang lain, cinta itu adalah cinta yang tidak kuat dan mudah rapuh.

A : Absolute

Cinta itu tetap dan tidak pernah berubah, walaupun cinta itu tidak berbentuk dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang tetapi mata hati kita tahu betapa besar perasaan cinta kita yang tertambat terhadap seseorang dan tidak akan pernah berubah.

Hehehehe…jadi pengen ketawa sendiri, emoticon

Apa benar itu yang dinamakan CINTA, jujur gw sendiri masih belum tau pasti apa itu CINTA. Yang jelas, dari apa yang selama ini gw udah pernah liat dan alami CINTA itu bisa merubah segalanya. Dan gw rasa setiap orang bisa memiliki pandangan nya masing-masing tentang CINTA.

Kalo menurut gw sendiri, "CINTA is undefineable". Tapi kalo kalian semua masih penasaran ama yang namanya CINTA, gw rasa kalian musti nyobain ndiri. Tapi gw ga mw tanggung resiko nya ! emoticon